Sabtu, 28 Januari 2012

MATERI UAMBN MAN, AKIDAH, 11-12





FIRMAN ALLAH (Q.S. An-Najam: 3 dan 4 atau Al-Anbiyak: 25)

Siswa dapat menentukan prinsip-prinsip akidah Islam 

prinsip-prinsip akidah Islam ada 3 yaitu:
·     

AKIDAH ISLAM TERPELIHARA KEASLIANNYA :
  • Akidah Islam sebagai suatu yang diwahyukan oleh Allah.                                                              
  •  Akidah Islam sebagai ajaran yang tidak berbeda dengan akidah yang diajarkan oleh para nabi dan rasul terdahulu
  •  Akidah Islam meluruskan akidah-akidah yang pernah diselewengkan
AKIDAH ISLAM SESUAI DENGAN FITRAH MANUSIA
AKIDAH ISLAM SESUAI DENGAN AKAL MANUSIA
 
 
Artinya: “dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
Berdasarkan Firman Allah diatas dapat dipahami bahwa akidah yang dibawah oleh Nabi Muhammad adalah sama seperti akidah yang pernah disampaikan dan diwahyukan oleh para Nabi dan Rasul Allah sebelumnya, bahkan sebagai penyempurna dan memurnikan kembali tentang akidah yang pernah diselewengkan oleh kaum Yahudi dan Nasroni. Dan juga menunjukkan bahwa akidah Islam bukanlah hasil rekayasa dari hasil pemikiran dan perasaan Nabi Muhammad belaka, melainkan merupakan ajaran langsung dari Allah.
Para nabi dan rasul Allah sejak nabi adam as. Sampai nabi muhammad saw. Tidak ada perbedaan dalam mengajarkan aqidah kepada umatnya.
Nabi dan rasul bertugas menyampaikan ajaran-ajaran Allah, oleh karena sumber ajaran yang dibawakan oleh para nabi/rasul itu adalah satu yaitu berasal dari Allah swt., maka isi ajaran (aqidah) yang diajarkan sejak nabi adam as. Sampai nabi muhammad saw. Adalah sama , yaitu islam. Sehimgga diantara mereka tidak ada perbedaan dalam mengajarkan aqidah keumatnya
Firman Allah dalam Qur’an Surat al Anbiya’ [21]; ayat 25:

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku."
Perbedaan ajaran para nabi/rasul hanya hanya terletak pada syariat – syariatnya yang berupa amalan. Perbedaan syariat itu terjadi, karena ada perbedaan-perbedan situasi, cara berpikir, kondisi yang ada, sesuai dengan cara berpikir masyarakat pada masanya.


1.         DAPAT MENENTUKAN METODE PENINGKATAN KUALITAS AKIDAH
Untuk memelihara aqidah islamiyyah, seorang muslim harus memperhatikan berbagai hal berikut :
1.    Selalu  beribadah , bertawakkal dan berhadap hanya kepada Allah SWT.
2.    Selalu  meminta perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT.
3.    Selalu  berdzikir kepadaAllah dimanapun ia berada.
4.    Menjauhkan diri dari perbuatan maksiat , munafik dan musyrik
5.    Amal perbuatan sepuasnya hanya kepada Allah semata.
2.         SISWA MAMPU MENENTUKAN PENGERTIAN TAUHID, ILMU KALAM DAN USHULUDDIN
Pengertian Tauhid
Tauhid secara etimologi adalah menyatukan, mengesakan, mengakui sesuatu itu satu. Kata Tauhid berasal dari bahasa Arab وَحَّدَيُوَحِّدُتَوْحِيْداً (Wahhada – Yuwahhidu – Tauhiidan)
Orang yang mengesakan Allah disebut muwahid. Dan yang mengingkari adanya Allah disebut kafir. Sedang kelompok yang mengesakan Allah disebut muwahidun. Dan golongan yang mengingkari adanya Allah disebut kafirun.
Tauhid secara terminologi adalah percaya kepada Allah Yang Maha Esa baik dalam zat, sifat perbuatan dan wujud‑Nya.  Dan Tauhid merupakan inti rukun iman.
Ilmu kalam
Secara harfiah ilmu kalam adalah ilmu tentang kata-kata atau firman Allah Swt.
Secara etimologis, kalam berarti pembicaraan, yakni pembicaraan yang bernalar dengan menggunakan logika. Oleh karena itu ciri utama dari ilmu kalam adalah rasionalitas atau logika. Kata kalam sendiri mulanya memang dimaksudkan sebagai terjemah dari logos. Diadopsi dari bahasa Yunani yang berarti pembicaraan. Dari kata inilah muncul istilah logika dan logis, yang diterjemahkan dalam bahasa Arab dengan istilah mantiq yang berarti ilmu logika, khususnya logika formal (sillogisme), dinamakan mantiq. Karena diadopsi dari bahasa Yunani itulah, maka ilmu‑ilmu lain yang terkait yang berasal dari Yunani sangat diperlukan.
Menurut Syaikh Muhammad Abduh (1849‑1905) memberikan ta’rif Ilmu Tauhid atau Ilmu Kalam sebagai berikut : "Ilmu Kalam ialah yang membahas tentang wujud Allah tentang sifat‑sifat yang wajib tetap bagi‑Nya sifat‑sifat yang jaiz disifatkan kepada‑Nya dan tentang sifat‑sifat yang sama sekali wajib ditiadakan dari pada‑Nya. Juga membahas tentang rasul‑rasul Allah untuk menetapkan kebenaran risalahnya, apa yang wajib ada pada dirinya, hal‑hal yang jaiz dihubungkan (dinisbatkan) pada diri mereka dan hal‑hal yang terlarang menghubungkannya kepada diri mereka."
Para tokoh ulama ilmu kalam disebut, mutakalim yaitu ahli debat yang pintar menggunakan kata‑kata.
Ilmu kalam juga sering disebut dengan istilah teologi, yaitu ilmu yang membicarakan tentang Tuhan atau disebut ilmu ketuhanan. Yakni teologi islam, teologi Islam ini bersifat integratif artinya bahwa teologi Islam memandang hakekat Tuhan hanyalah tunggal, satu dan tidak mempunyai sekutu yang lainnya, sehingga dilihat dari sudut Tuhan, semua ciptaan yang beraneka ragam di dunia ini, alam semesta seisinya yang menciptakan hanya Tuhan yang satu. Hal ini sangat berbeda sekali dengan teologi dalam ajaran agama Kristen, 
Ilmu Ushuluddin
Ilmu ushuluddin adalah ilmu yang membahas tentang prinsip‑prinsip agama Islam.
Artinya; "Ilmu Ushuluddin ialah ilmu yang membahas padanya tentang prinsip‑prinsip kepercayaan agama dengan dalil‑dalil yang qath'i (Al‑Quran dan al Hadits mutawatir). Dan dalil‑dalil akal pikiran."
Dari beberapa istilah yang berkaitan dengan tauhid seperti, ilmu tauhid, ilmu kalam, ilmu ushuluddin, terdapat persamaan dalam obyek yang menjadi pembicaraan atau pembahasan, yakni sama‑sama membicarakan tentang Allah, Tuhan yang Maha Esa. Dan Segala sesuatu tentang Tuhan disebut dengan ketuhanan.
Dan pada intinya ilmu tauhid adalah mengupayakan untuk membantu memahamkan dan meyakinkan adanya (ke-Esa-an) Allah dengan segala zat, sifat, dan af’al-Nya. Serta satu rangkain dengan pembahasan rukun iman dalam islam yang meliputi iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat Allah, iman kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah, iman kepada nabi dan rasul Allah, iman kepada hari kiamat dan iman kepada qodha dan qadar Allah Swt.



 

Sabtu, 21 Januari 2012

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dg Nabi Ibrahim


Nabi Ibrahim as. 
§ Sifat nabi Ibrahim as.: 2:12411:7516:12016:12116:123 
§ Keutamaan nabi Ibrahim as.: 2:1302:1314:1256:836:846:1619:11411:7312:616:12016:12116:12216:12319:4119:4721:5126:8326:8426:8529:2737:8437:8837:10437:10537:10837:10937:11037:11137:11338:4538:4638:4743:2853:3757:2660:4 
§ Allah menguji nabi Ibrahim as.: 2:12437:102 
§ Dakwah nabi Ibrahim as.: 2:1302:1312:1352:1362:1403:673:683:843:954:1254:1636:746:766:776:786:796:806:816:836:16114:3514:3614:3714:4021:5221:5421:5621:5721:6722:2622:7826:6926:7026:7126:7226:7326:7526:7826:7926:8026:8729:1629:1729:2537:8337:8537:8637:8737:8937:9137:9237:9337:9437:9537:9643:2643:2743:2860:4 
§ Pembangunan Ka'bah: 2:127 
§ Nabi Ibrahim as. menunaikan ibadah haji: 2:12822:27 
§ Nabi Ibrahim as. kekasih Allah: 4:125 
§ Turunnya azab kepada kaum nabi Ibrahim as.: 9:70 
§ Hijrah ke Syam: 21:7129:26 
§ Nabi Ibrahim-Siti Hajar-Ismail as.: 14:3737:101 
§ Mimpi menghidupkan orang mati: 2:260 
§ Berdebat dengan raja Namrud: 2:258 
§ Nabi Ibrahim as. dan ayahnya 
§ Dakwah nabi Ibrahim as. kepada ayahnya: 6:7419:4219:4319:4419:4521:5226:7037:8543:26 
§ Kekufuran ayah nabi Ibrahim as.: 6:7419:4626:71 
§ Permohonan ampun Ibrahim as. untuk ayahnya: 9:11419:4760:4 
§ Berdebat dengan kaumnya: 21:6221:6321:6521:66 
§ Nabi Ibrahim as. memisahkan diri dari kaumnya: 19:4819:4929:2637:9943:2660:4 
§ Ancaman nabi Ibrahim as. kepada berhala-berhala kaumnya: 21:5721:5821:6037:93 
§ Dilempar ke dalam api: 21:6829:2437:97 
§ Selamat dari Api: 21:6921:7029:2437:98 
§ Nabi Ibrahim as. meminta syafaat untuk ayahnya: 14:41 
§ Berita gembira tentang Ishak dan Ya'kub as.: 6:8411:6911:7111:7211:7414:3915:5315:5415:5521:7229:2737:11251:2851:2951:30 
§ Mimpi menyembelih anaknya (Ismail): 37:10237:103